Jumat, 08 April 2011

PENINGGALAN SEJARAH BUKAN BARANG

PENINGGALAN SEJARAH ADAT MUDA MUDI (BUJANG GADIS)  DAN ADAT PERKAWINAN DI KECAMATAN TANJUNG RAJA

Perkawinan adalah suatu ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Berikut ini adalah contoh adat istiadat yang ada di Kecamatan Tanjung Raja :

BEKELAH
          Bekelah dalam pengertian bahasa Indonesia adalah kegiatan berkumpul dan memasak jenis makanan tertentu yang dlakukan oleh para muda mudi. Kegiatan ini bertujuan untuk ajang berkumpul dan saling berkenalan antara laki – laki dan perempuan sehingga terjalin keakraban di antara mereka satu sama lain. Biasanya kegiatan bekelah dilakukan dirumah salah satu perempuan diantara mereka dan pada saat tersebut lazimnya para lelaki akan mengumpulkan uang untuk biaya memasak dan kemudian para perempuan bertugas untuk membeli bahan dan sekaligus memasak makanan tersebut. Kemudian terjadi hubungan yang akrab bahkan tidak jarang dari kegiatan bekelah ini hubungan mereka sampai ke jenjang pernikahan.


MUTUSKERASAN ATAU BERASANAN
          Mutuske rasan atau berasanan dalam bahasa melayau artinya adalah bermusyawarah untuk menyatukan dua keluarga menjadi satu keluarga besar. Acara ini bertujuan untuk menentukan apa yang diminta oleh pihak si gadis dan apa yang akan diberikan oleh pihak pria. Rombongan keluarga besar mempelai pria biasanya membawa hantaran yang dilengkapi nampan – nampan yang berisi bermacam jenis kue, sembako dan pakaian untuk mempelai wanita. Biasanya suasana berasanan ini penuh dengan pantun. Pada hari itu juga ditentukan hari pelaksanaan pernikahan yang telah disetujui oleh kedua pihak keluarga. Pihak mempelai pria juga menyerahkan uang pintaan dari keluarga mempelai wanita sekaligus menyerahkan duit asap  atau uang belanja untuk keperluan persiapan acara prosesi pernikahan nanti. 

NINGKOK
          Ningkok adalah salah satu adat istiadat muda mudi yang dilakukan pada malam hari, dua hari menjelang acara pernikahan. Kegiatan ini diawali dengan menjemput para gadis dengan membawa lampu srongkeng. Rombongan pejemput dipimpin oleh ketua bujang dan ketua gadis yang sekaligus bertugas untuk meminjam atau meminta izin kepada orang tua gadis yang dijemput untuk mengikuti acara ningkok.

Setelah selesai menjemput para gadis, acara ningkok dimulai. Pada acara ini para gadis akan memakai sewet atau sarung dan para bujang memakai kemeja. Ketua bujang akan memberikan secarik kertas kepada para bujang dan kertas tersebut akan ditulis kata – kata yang ditujukan untuk para gadis. Kemudian setelah para bujang menulis kata – kata pada kertas, mereka akan mengembalikan lagi kertas tersebut kepada ketua bujang. Selanjutnya ketua bujang akan memberikan kertas – kertas itu kepada ketua gadis yang akan menyerahkan kepada gadis yang dituju dalam tulisan kertas tersebut. Apabila tulisan itu mendapat balasan maka dipersilahkan antara bujang dan gadis tersebut untuk melanjutkan perkenalan mereka. Tidak jarang dari acara ningkok ini hubungan antara bujang dan gadis berlanjut ke jenjang pernikahan.


NGOCEK BAWANG ATAU BEPOLAH
          Ngocek bawang atau bepolah adalah kegiatan masak memasak yang dilakukan satu hari menjelang acara pernikanah. Para undangan biasanya para ibu membawa seekor ayam dan satu buah kelapa yang akan diserahkan kepada tuan rumah. Setelah menyerahkan para ibu – ibu tersebut langsung membantu kegiatan masa memasak seperti mengocek bawang, memarut kelapa, mengolah daging dan ayam hingga masakan tersebut akan siap disajikan untuk acara pernikahan esok harinya. Ini adalah salah satu bentuk gotong royong dimasyarakat yang masih ada sampai saat ini untuk membantu menyiapkan pesta pernikahan hingga bisa berjalan dengan lancar dan sukses.



MENGARAK PENGANTEN
          Mengarak penganten biasanya dilakukan setelah acara pernikahan resmi selesai. Penganten diarak sekeliling kampung disertai dengan rombongan keluarga besar mempelai baik mempelai laki – laki maupun mempelai perempuan. Pada barisan pertama arakan penganten ada grup kesenian Saropal Anam yang menyajikan tarian dan nyanyian berbahasa arab disertai dengan memainkan alat musik musik yang terbuat dari kulit sapi atau disebut alat musik terbangan. Mengarak penganten ini bertujuan agar penduduk kampung setempat sudahn mengetahui bahwa ada salah satu warganya telah resmi menikah. 



1 komentar:

  1. mantap......mudah-mudah2an adat istiadat yang baik tidak akan di lupakan oleh generasi selanjutnya..update trus

    BalasHapus